Apakah Orang Hobi Makan Bikin Gemuk..?

Sejak lama sudah dikenal sebuah pola makan sehari 3 kali, yaitu makan saat pagi, siang, dan malam. Namun, akhir-akhir ini sudah terjadi pergeseran penilaian di masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan kesibukkan yang dilakukan. Bahkan sekarang timbul pernyataan bahwa sering makan akan membuat gemuk. Benarkah pernyataan itu..?
Dibandingkan dengan memakan sejumlah besar makanan dalam satu kali kesempatan makan, lebih baik makanan dicicil dengan makan sedikit-sedikit dengan frekuensi lebih sering. Memakan sejumlah besar makanan dalam satu kali kesempatan makan justru dapat merugikan tubuh. Saat sejumlah besar makanan masuk ke dalam saluran pencernaan, tubuh kita akan cenderung untuk:
* Memperlambat laju pencernaan untuk menyesuaikan dengan kemampuan usus dan lambung untuk mencerna makanan. Hal ini memungkinkan semakin banyak jumlah makanan yang akan diserap oleh tubuh.
* Terjadi peningkatan kadar gula darah. Beberapa jam setelah makan, saat kadar gula dalam darah sudah berkurang karena telah digunakan tubuh, tubuh akan cenderung meminta peningkatan kadar gula darah yang sama besarnya. Akibatnya, kita akan memiliki keinginan untuk makan banyak di kesempatan makan berikutnya
* Akan terjadi perpindahan fokus aktivitas tubuh, Setelah makan banyak tubuh akan memusatkan aliran darah pada saluran pencernaan sehingga aliran ke bagian tubuh lain seperti otakdan otot akan berkurang. Bahkan terdapat banyak laporan mengenai penurunan tingkat konsentrasi pada sejumlah orang, mempermudah terjadinya lemah otot bila setelah makan berat dilanjutkan kegiatan olahraga.
Mencicil makanan sedikit-sedikit dengan frekuensi sering lebih baik karena laju pencernaan akan lebih cepat, kadar gula darah lebih stabil, dan tidak terjadi perpindahan fokus aktivitas tubuh yang merugikan setelah makan juga dapat lebih menjaga kesehatan lambung dan usus. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Jenis Makanan
Makanan yang mengandung lemak akan diserap lebih lambat di dalam tubuh dibandingkan dengan makanan yang mengandung protein dan karbohidrat. Hal ini karena lemak hanya dicerna di dalam usus halus dan akan memperlambat kerja lambung sehingga lemak lebih lambat memberikan rasa kenyang. Orang yang memakan karbohidrat akan lebih cepat merasa kenyang karbohidrat lebih cepat dicerna dalam tubuh namun lebih cepat merasa lapar.Penyerapan karbohidrat membutuhkan energi yang lebih banyak dibandingkan dengan penyerapan lemak sehingga memakan banyak produk yang mengandung lemak lebih mudah menimbulkan penumpukan energi yang tidak terpakai.
2. Jumlah Makanan Yang Kita Makan
Tentu saja harus diingat bahwa protein, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah sama dapat menghasilkan jumlah energi yang berbeda. Lemak menghasilkan energi yang paling besar.
3. Proses Pengolahan Makanan
Makanan yang diolah dengan cara digoreng akan mempermudah penimbunan kolesterol (Low Density Lipoprotein/LDL). LDL dapat dengan mudah menumpuk dalam pembuluh darah, lalu mengakibatkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. Hal ini akan menimbulkan peningkatan kerja jantung dan berbagai penyakit lainnya. Makanan yang dioleh dengan cara direbus atau dikukus lebih sehat.

About javana80

life is a struggle......

Posted on February 11, 2009, in Tips Sehat. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: